x
x

Share This Story

Tiga Dai Cilik Bertarung di Final Pildacil

Elin Yunita Kristanti Minggu, 30 Oktober 2011, 21:25 WIB

VIVAnews -- Ajang Pemilihan Dai Cilik atau Pildacil telah memasuki babak final. Tiga finalis dai cilik akan kembali menunjukkan kepiawaian mereka berdakwah  di depan juri dan penonton, selayaknya dai dewasa dalam menuturkan dakwah di masyarakat.

Babak Grandfinal Pildacil akan berlangsung hari Minggu, 30 Oktober 2011, disiarkan secara langsung dari studio ANTV Epicentrum.

Pildacil yang  diharapkan bisa memajukan dunia dakwah dan pendidikan agama, khususnya dikalangan anak, bermula dari audisi di 11 kota besar Indonesia, yaitu: Palembang, Bandung, Medan, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Samarinda, Padang dan Jakarta.

Setelah peserta lomba terpilih, pada setiap tayangannya, para peserta berlomba untuk bisa memberikan tausyah dengan tema pilihan Pildacil dan dinilai oleh juri-juri baik dari kalangan pendakwah nasional atau artis yang berkompeten dalam profesinya yang berhubungan dengan ilmu agama ataupun dunia anak-anak.

Acara Grandfinal Pildacil akan dimeriahkan oleh Fadly-Padi, The Dance Company, Sulis seorang penyanyi aliran religi dan Tigara Ensemble asuhan Bunda Neno Warisman. Selain itu penampilan ketiga karakter yang berbeda dari para finalis ini, akan membuat panggung grand-final Pildacil ANTV 2011 ini, menjadi kian semarak dan sayang untuk dilewatkan.

Pemenang dari PILDACIL ini untuk juara satu akan mendapatkan paket Umroh untuk peserta dan kedua orang tuanya serta uang tunai 75 juta rupiah. Juara dua mendapatkan paket Umroh untuk perserta dan seorang pendamping dari orang tuanya juga uang tunai sebesar 50 juta rupiah. Untuk juara tiga akan mendapatkan uang tunai sejumlah 25 juta rupiah.

”Alhamdullilah sepanjang perjalanan program ini, respon positif selalu kami terima dari Keluarga Indonesia. Anak-anak ini insya Allah nantinya bisa menjadi salah satu tauladan di masa yang akan datang, Amin.” Ujar Dudi Hendrakusuma, Presiden Direktur ANTV.

Dudi juga menambahkan program kompetisi di bidang dakwah Islam ini besar kemungkinan menjadi program reguler bagi ANTV, sebagai peran serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ini dia tiga finalis Pildacil:

1. Andi Muhammad Yusuf (Yusuf)
 
Yusuf (11), dai cilik dari Bone, Sulawesi Selatan ini, dikenal memiliki karakter yang sangat kuat dalam setiap penampilan taushiyahnya. Ia mampu menghayati setiap tema yang dibawakannya, dan karenanya ia selalu tampil memikat. Selain itu, Yusuf juga pandai dalam mengatur irama dan tempo taushiyah, serta memainkan tinggi-rendahnya intonasi kalimat-kalimatnya.

Dalam setiap kali ceramahnya, tak jarang ia menghampiri meja juri dan mendekati tribun penonton. Ini menunjukkan penguasan panggungnya yang dinamis. Jalinan interaksi dengan penonton, dalam bentuk tanya jawab langsung, juga hampir setiap kali dimainkannya. Dalam perjalanannya di babak-babak eliminasi, Yusuf hampir tidak pernah masuk zona penyelamatan. Hal ini menunjukkan dukungan yang sangat besar dari masyarakat kepadanya.


2. Nurlan Ramaur (Nano)
 
Mutiara Dari Tanah Papua, itulah julukan yang disematkan juri kepada Nano (12) dai cilik asal Sorong, Papua. Julukan ini pantas disandang Nano, karena ia memang tampil cemerlang sepanjang helatan Pildacil ini. Nano adalah dai cilik yang memiliki kharisma yang sangat kuat. Setiap kali ia tampil, penonton seperti terkesima dengan gerakannya di panggung karena bahasa tubuhnya yang bicara.

Hal lain yang menjadi nilai plus dari Nano, yang selalu dinanti-nantikan oleh pemirsa adalah kemampuannya dalam tilawatil qur'an. Vokalnya yang prima menjadikan setiap lantunan ayat yang dibacakannya mampu menghipnotis pemirsa. Bagaikan mutiara yang memancarkan cahaya, kehadiran Nano dalam panggung Pildacil mampu memberikan inspirasi dan harapan akan berkembangnya dakwah di tanah Papua.

3. Anita Nur Chasanah (Nita)
 
 "From zero to hero." Kata-kata itu mungkin cukup tepat untuk menggambarkan eksistensi Nita (7) di panggung Pildacil ANTV 2011 ini. Dari yang kurang diperhitungkan pada awalnya, namun secara perlahan Nita mampu tampil memukau pemirsa, hingga akhirnya menjadi salah satu finalis. Hal yang paling menonjol dari dai cilik asal Yogyakarta, anak seorang petani biasa ini, adalah kepolosan-spontanitasnya yang khas anak kecil, serta warna vokalnya  yang tak lazim.

Dengan bimbingan dari mentornya, kedua faktor ini mampu dieksplore oleh Nita dan menjadi daya tarik yang luar biasa baginya. Tapi ternyata tak hanya itu yang dimiliki Nita. Salah seorang juri tetap, Bunda Neno Warisman, mengakui bahwa Nita memiliki kecerdasan yang sangat baik, yang terlihat dari jawaban-jawaban spontannya. Kini, setelah melalui tahap penggemblengan selama hampir 4 bulan.

© VIVA.co.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER