Sabtu, 2 Agustus 2014
13:48 WIB
PRP, Suntikan Darah untuk Awet Muda
Hanya dibutuhkan 10cc darah sendiri untuk meremajakan kulit.
Cukup menyuntikkan cairan darah untuk menghilangkan kerutan.
Wuri Handayani, Rizky Sekar Afrisia | Sabtu, 5 Mei 2012, 06:02 WIB

VIVAnews - Semua orang pasti ingin terus awet muda. Tidak perlu repot-repot menggunakan produk mahal untuk itu. Perawatan praktis yang kini menjadi rujukan adalah terapi PRP (Platelet Rich Plasma).

Seperti halnya yang dilakukan aktris pasangan duet Anang, Ashanty juga melakukan perawatan ini menjelang pernikahannya. Menurutnya, itu sangat berguna untuk membuat wajah tampak lebih cerah dan awet muda.

Sebenarnya, apa manfaat perawatan ini untuk kulit. Dan bagaimana prosedur perawatan ini.

Teknologi PRP terbilang cukup unik, karena treatment-nya menggunakan darah yang diambil dari tubuh pasien. Menurut eksperimen, darah ternyata sangat efektif meremajakan dan memperbaiki kondisi kulit. Termasuk menghilangkan kerutan dan bekas jerawat. Tidak hanya ini, PRP juga diyakini dapat mengurangi kantung mata, melembabkan, menutrisi, serta mencerahkan kulit.

Seperti ditulis skinhealth.com, trombosit darah mengandung zat yang disebut "faktor penumbuh". Zat itulah yang bisa memproduksi kolagen dan pembuluh kapiler baru untuk meremajakan kulit.

Untuk bisa mendapatkan zat dalam darah tersebut, dokter ahli harus mengambil sekitar 10 cc darah pasien. Kemudian darah disaring menggunakan alat khusus, fibrinet AGF.

Alat ini akan menyaring darah menjadi tiga bagian. Darah bening, gel, dan endapan darah merah. Cairan bening dari darah ini lah yang disebut Platelet Rich Plasma, yang juga mengandung sel darah putih, dan akan digunakan untuk perawatan ini.

Kemudian cairan PRP ini dimasukkan ke dalam lapisan kulit melalui injeksi pada bagian-bagian yang mengalami masalah. Proses ini sendiri hanya membutuhkan waktu 30 sampai 40 menit.

PRP juga dapat digunakan sebagai masker untuk mempercepat proses regenerasi sel. Perawatan ini tergolong cukup aman dan tidak menimbulkan alergi, karena menggunakan darah pasien sendiri.

Namun, konsekuensinya, orang dengan penyakit kelainan darah atau pola hidup yang buruk, disarankan untuk tidak melakukan treatment ini. Penderita leukemia, gangguan pembuluh darah, atau gangguan pembekuan darah, justru akan berbahaya jika melakukan PRP.

Sedangkan orang yang punya kolesterol tinggi, perokok, peminum alkohol atau pengkonsumsi narkotika, harus mengubah gaya hidupnya menjadi sehat sebelumnya mengikuti treatment ini.

© VIVA.co.id

halaman ke - 1
 

Berita Terkait
A A A
LIST TOPIK