Senin, 22 September 2014
17:15 WIB
Pacar Sewaan: Teman Ngobrol Hingga ke Pesta
Demi membungkam pertanyaan sensitif seputar status jomblo atau sekedar mengusir kesepian.
Pacar sewaan bisa dipamerkan sebagai kekasih pada keluarga dan teman-teman.
Anda Nurlaila, Rieke Saraswati | Senin, 11 Juni 2012, 04:57 WIB

VIVAlife - Hati Kat Ellis hancur. Pernikahan impiannya batal karena sang kekasih tanpa alasan memutuskan hubungan. Perasaannya kian terpuruk saat ketakutan melanda, dia takkan menemukan cinta lagi dan menjadi lajang sejati.

Di saat bersamaan, orang-orang di sekitar makin getol ingin mengorek kehidupan pribadinya. Siapa kekasihnya pasca batal nikah? Parahnya lagi, sebuah pesta pernikahan akan membuatnya berjumpa dengan mantan calon suami.

Keputusan pun diambil: harus menggandeng seorang pria yang bisa dia pamerkan sebagai kekasih untuk membungkam semua tatapan ingin tahu dan pertanyaan yang bikin gerah. Kekasih sewaan pun jadi jawaban yang mempertemukannya dengan pria yang bisa kontrak, Nick Mercer.

Adegan ini memang bagian sebuah film romantis "Wedding Date" yang diperankan Debra Messing dan Dermot Mulroney pada 2005 silam. Tapi benarkah kisah ini hanya adalah dalam dunia fiksi? Tidak juga! 

Fenomena menjomblo yang menguras otak dan perasaan di hadapan orang-orang terdekat kini banyak dialami lajang di kehidupan modern. Kehidupan mapan, kerier seringkali melenakan. Kala ada desakan di sekeliling soal status, mereka lantas berpaling pada sebuah solusi instan: membawa pacar kontrak.

Membuka peluang bisnis menggiurkan bagi sebagian orang. Sebut saja wanita muda bernama Windy. Dia menawarkan jasa untuk menjadi pacar sewaan di forum Jual Beli Kaskus. Dia bersedia menjadi pendamping saat menghadiri pesta, wisuda, atau sekadar jalan-jalan di area publik.

Dengan akun Windy.cute, wanita  muda ini menawarkan jasa untuk menemani makan siang, makan malam, dan rapat. Tak lupa, dalam iklan ini Windy menyajikan sejumlah posenya serta beberapa foto bersama pria.

Tapi ada aturan jelas bagi calon pengguna jasa Windy. Dia takkan menerima ajakan hubungan seksual, ciuman dan aktivitas seksual lainnya. Dia juga menolak ajakan ke klub malam, minum bir, dan apalagi konsumsi narkoba.

Jasa sewa kekasih juga muncul di sebuah blog. Si  pengelola blog menawarkan sosok yang bisa berakting sebagai kekasih sesuai kesepakatan. Bisa diajak  ngobrol, dikenalkan ke keluarga, dipamerkan ke  teman, menemani ke pesta, bahkan membuat cemburu pacar asli.

Tak hanya di Tanah Air. Jasa semacam ini juga marak  di beberapa negara. Di Amerika Serikat, seorang mahasiswa Univesitas Edison State College Florida bernama Cody Krecicki membuka sebuah situs penyewaan pacar bagi pria yang membutuhkan teman mengobrol sekadar melepas kesepian atau hanya ingin diakui eksistensinya di depan teman-temannya.

Hanya dengan US$5 atau Rp47 ribu, siapapun bisa menjadi anggota situs Girlfriendforhire.com. Semua anggota bisa memilih gadis yang diinginkan lewat laman situs yang menampilkan foto dan layanan yang mereka tawarkan.

Ada nasihat atau masukan soal kelancaran hubungan, bantuan untuk memutuskan cinta dengan pacar asli, mengerjakan tugas sekolah atau mengirim pesan romantis untuk dipampang di akun Facebook agar klien dapat menyombongkan diri di depan teman-temannya. Krecicki menjamin, situsnya tak memuat hal-hal berbau mesum.

Hanya sebulan setelah diluncurkan, pengunjung situs telah mencapai 100 ribu orang dengan 1.600 pengguna dan lebih dari 300 pemesanan. "Rasanya seperti Mary Shelley yang menciptakan Frankeinstein," ucap Krecicki.

Lain pula di China. Jasa penyewaan pacar dan tunangan akan laris manis saat pergantian tahun baru. Maklum, ada budaya kuno bahwa memperkenalkan kekasih atau tunangan saat makan malam bersama keluarga di awal tahun adalah sebuah keharusan. Sebuah situs penyewaan pacar, Taobao, kebanjiran pemesan lajang yang akan membawa tunangan palsu untuk dikenalkan pada keluarga. (umi)

 

© VIVA.co.id

SHARE halaman ke - 1

Berita Terkait
A A A
LIST TOPIK