Kamis, 2 Oktober 2014
19:26 WIB
Memar Bisa Jadi Tanda Awal Leukemia?
Memar ini bisa dikarenakan pendarahan akibat kurangnya trombosit.
Trombosit berfungsi membekukan darah saat terjadi pendarahan.
Wuri Handayani, Tasya Paramitha | Selasa, 16 Oktober 2012, 14:53 WIB

VIVAlife - Jika Anda sering mendapati memar berwarna biru keunguan di bagian tubuh, padahal tidak terbentur apa pun, sebaiknya Anda waspada. Memar ini bisa mengindikasikan terjadinya pendarahan.

Besarnya areal memar menandakan jumlah perdarahan, sedangkan intensitas warna menandakan waktu perdarahan. Biasanya, memar yang baru saja terjadi akan berwarna biru atau ungu. Sedangkan memar yang sudah agak lama akan berwarna kekuningan.

Sakit tidaknya memar ini tergantung pada sensitivitas tubuh. Pendarahan di dalam tubuh ini terjadi karena gangguan dalam sistem darah. Entah itu pembuluh darah yang tipis, terlalu sensitif, atau darah beku yang menyebabkan memar. 

Memar atau pendarahan tanpa sebab ini disinyalir sebagai gejala dini kanker darah. Pendarahan berkaitan dengan kurangnya kadar trombosit dalam darah. Normalnya, kadar trombosit sekitar 150 ribu/mm. Jika turun mencapai 100 ribu/mm, gejala perdarahan akan sering timbul. Semakin rendah kadar trombosit semakin berbahaya bagi tubuh. 

Trombosit berfungsi untuk membekukan darah jika terjadi perdarahan. Gangguan itu lebih sering terjadi pada pengidap leukemia, anemia aplastik, dan idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP).

Dikutip Medicine Health, leukemia disebabkan produksi sel darah putih berlebih, sedangkan produksi trombosit dan sel darah merah kurang. Pada kasus leukimia akut, selain perdarahan, pasien juga demam, badan lemah, letih, lesu, dan pucat.

Untuk meningkatkan kadar trombosit pada pasien leukemia, terapi difokuskan pada usaha menurunkan produksi sel darah putih, sehingga produksi trombosit dan sel darah merah mampu ditingkatkan. (art)

© VIVA.co.id

SHARE halaman ke - 1

Berita Terkait
LIST TOPIK