Rabu, 3 September 2014
00:24 WIB
Kemilau Cantik Tujuh Pejuang Kanker
Mereka ingin menularkan semangat hidup dengan cara yang indah.
Tujuh wanita pendiri Pink ShimmerInc
Mutia Nugraheni | Rabu, 14 November 2012, 05:00 WIB

VIVAlife - Eyeshadow dan eyeliner menghiasi mata-mata indah mereka. Pipinya pun tampak merona dengan sentuhan blush on. Mengenakan busana chic, tatanan rambut apik, tujuh wanita tampak sibuk mempersiapkan acara amal.

Dari gerak-gerik mereka yang bersemangat, tak terlihat sama sekali kalau tujuh wanita tersebut merupakan para penderita kanker. Mereka adalah Dinda Nawangwulan, Shanti Rosa Persada, Madelina Mutia, Fertina Tarasari, Jeanne Pangaribuan, Maya S. Ahmad dan Penny Purnamawaty.

Muda, penuh dengan energi positif, dan kanker lah yang mempertemukan mereka. Mengalami rasa sakit dan kesedihan mendalam karena kanker, mereka tidak menyerah.

Justru, ketujuh wanita tersebut membuat gerakan untuk membantu para penderita kanker yang tidak mampu. Salah satu caranya, sangat 'cantik', yaitu membuat kelas kecantikan untuk pasien kanker payudara serta membuat kampanye kesehatan payudara terutama breast cancer awareness melalui yayasan PinkShimmerInc.

"Kita bertemu awalnya buat sharing. Cukup berat, waktu tahu terkena kanker. Tapi kita gak mau lalu diam, pasrah dan menyerah begitu saja. Kita ingin berbagi juga pada penderita kanker lain, terutama yang tidak mampu," kata Shanti, yang dinyatakan terkena kanker payudara stadium 3B pada Maret 2010.

Kanker payudara, memang jadi momok menakutkan bagi wanita. Sebagian besar penderita tak mengetahuinya karena tak menimbulkan rasa sakit.

Penyakit kanker ini sangat mungkin disembuhkan dengan pengobatan intensif. Terutama, jika terdeteksi masih dalam stadium awal. Kemoterapi dan radiasi, serta konsumsi obat tertentu, jadi proses pengobatan yang tak terbantahkan.

Rambut rontok, kulit kering hingga mengelupas, alis menipis hingga hilang, termasuk bulu mata, adalah efeknya. Ini memang konsekuensi dari perjuangan untuk sembuh. Sakit luar biasa, lelah, serta kepercayaan diri pun menurun.

"Gak dipungkiri ya dalam proses kemoterapi kita ada masa benar-benar down. Rambut rontok, termasuk bulu-bulu lain di seluruh tubuh gak ada. Wanita kan ingin selalu tampil cantik, tapi pas lihat di kaca penampilan berubah, itu seperti bukan saya," kata Madelina Mutia, yang menjalani pengangkatan payudara kanan.

Sambil menggendong buah hatinya yang masih balita, ia bercerita kalau dengan keadaan tersebut ia berusaha untuk tetap berpikir positif. Bukan hanya demi dirinya, tapi juga buah hati dan orang-orang yang ia sayang.

Mutia terdiagnosa kanker payudara stadium 2B pada April 2010. Masektomi dijadikan pilihan, payudara sebelah kanannya diangkat. Kemoterapi sebanyak 8 kali dan 25 kali radiasi juga harus dijalani. Kini, ia masih harus menjalani tahap pengobatan selama lima tahun.

'Obat riasan' cantik

Kelas kecantikan untuk cancer fighter oleh ShimmerInc

Berpikir positif, merasa senang, percaya diri, serta dukungan dari teman dan sahabat jadi kunci kesembuhan. Bisa sembuh dari kanker bukan hal yang tidak mungkin.

Proses pengobatan bisa dikatakan hanya sebagian  kecil tahapan untuk sembuh. Hal yang terpenting adalah menjaga semangat dan keinginan sembuh serta melalui tiap prosesnya dengan baik.

Seperti Dinda Nawangwulan, yang kini dinyatakan bersih dari sel kanker. Ia didiagnosis terkena kanker payudara dan kanker getah bening pada 2006, pengalamannya menjalani pengobatan dan apa yang dilaluinya selama berjuang melawan kanker, membuatnya ingin berbagi dengan pasien kanker yang lain.

Ia pun mengajak para penderita kanker untuk tetap tampil cantik. Membuka kelas kecantikan bagi pasien kanker sambil berbagi cerita, bertukar pengalaman, bisa dikatakan 'obat' bagi Dinda.

"Bertemu dengan sesama pasien kanker lain, menurutku bikin kita merasa gak sendirian. Meskipun keluarga selalu menemani tapi beda ya. Hobiku kan dari dulu memang merias dan waktu sakit aku berusaha untuk tetap melakukan kesukaan seperti biasa, tetap tampil cantik," kata Dinda.

Cantik, memang kata ajaib bagi wanita. Bisa jadi motivasi sekaligus membangkitkan kepercayaan diri. Bagi Dinda, semua wanita berhak merasa cantik, termasuk para pasien kanker payudara.

Dengan berdandan dan tetap tampil chic akan sangat berdampak positif bagi kondisi psikologis mereka. "Rambut rontok, hingga botak, alis juga hilang setelah kemo, ini gak bisa dihindari, tapi kan banyak cara buat tampil cantik. Sebetulnya yang ingin aku bagi, jangan sampai kita kehilangan kepercayaan diri, salah satunya dengan berdandan dan tetap tampil cantik," ujar Dinda.

Tampil normal seperti biasa, tak meninggalkan aktivitas, itulah yang ingin dibagi Dinda dan teman-teman lain di Pink ShimmerInc. Ketakutan tak lagi terlihat menarik atau tak merasa cantik selalu bisa disiasati dengan banyak cara.

"Meskipun botak setelah kemoterapi kita tetap bisa terlihat gaya kok, bisa pakai wig, topi atau mengenakan scarf yang dililit, ini bisa membuat kita semangat. Saat harus periksa atau treatment ke rumah sakit kita merasa jadi lebih cantik, timbul rasa percaya diri dan perasaan juga jadi gak takut-takut banget," ujar Dinda.


Kanker dari sisi yang indah

Lain lagi cerita Jeanne Pangaribuan. Ia terkena metaplastic breast cancer, jenis kanker payudara langka stadium 2 akhir/ 3 awal. Sangat kecil kemungkinan kemoterapi bisa mematikan sel kanker tersebut.

Tapi ia tentu tak menyerah begitu saja. Jeanne menjalani pengobatan sejak 2010 dan lalu bertemu dengan teman-teman di ShimmerInc. Ia merasa semangat mereka untuk sembuh menular kepadanya.

"Bertemu Dinda, Shanti, dan teman-teman yang lain bikin saya makin semangat untuk berjuang. Waktu mereka punya rencana untuk bikin Pink ShimmerInc, aku langsung mau. Apalagi ini caranya seru ya, melalui kelas kecantikan terus kampanye kesehatan payudara, yang memang penting bagi wanita untuk merasa cantik dan membantu penderita kanker yang gak mampu," ujar profesional di bidang periklanan ini.

Ia dan pendiri Pink ShimmerInc lainnya memulai gerakan dengan membuat foto-foto indah. Bak model, mereka berpose. Fotonya tentu bukan foto biasa. Menampilkan gambaran kanker bukan dari sisi menyeramkan.

Botol infus, kamar rumah sakit, rambut yang menipis, guratan bekas operasi pengangkatan payudara, wig, ditampilkan dengan cantik. Foto berisi cerita yang menggambarkan masing-masing pejuang kanker di Pink ShimmerInc.

Foto-foto tersebut pun dilelang beberapa hari lalu dan hasilnya, digunakan untuk membantu pengobatan pasien kanker yang tidak mampu. Mereka ingin semangat dan perjuangan pendiri Pink ShimmerInc juga menular pada para pasien kanker yang lain dengan cara yang indah.

 

 

© VIVA.co.id

SHARE halaman ke - 1

Berita Terkait
A A A
LIST TOPIK