Senin, 22 September 2014
03:10 WIB
Menyulap Kulit Ular Menjadi Tas Mewah
Lembaran kulit ular dikeringkan dan diberi warna menarik.
Tas dari kulit ular.
Wuri Handayani | Jum'at, 22 Februari 2013, 12:47 WIB
VIVAlife - Bagi banyak perempuan, ular merupakan hewan yang menakutkan dan menjijikkan untuk disentuh. Namun bila diolah dengan tepat, kulit ular ternyata bisa menjadi tas berharga mahal yang digandrungi kaum hawa.

Penampakannya lebih ekslusif dari tas biasa saat dipamerkan di etalase pertokoan. Begitu juga saat Anda menentengnya. Tas dari bahan kulit ular. Tas ini demikian menjamur, mengikuti pendahulunya, tas dari kulit buaya. Terlebih saat motif piton menjadi bagian dari pernak-pernik fashion week berskala internasional.

Menghasilkan sebuah tas kulit ular mungkin tidak semudah menentengnya. Dibutuhkan proses pembuatan yang lumayan rumit. Salah satu pabrik akan memproduksi lembaran kulit ular siap pakai. Mereka mendapatkan kulit reptil ini dengan berburu ular, kemudian mengulitinya.

Kulit ular ini ditempatkan di papan untuk dikeringkan menggunakan oven. Mereka juga melakukan pewarnaan dengan mencelupkan lembaran kulit ular ke cairan khusus dengan formula anti luntur.

Lembaran kulit ular ini akan dipasok ke industri-industri rumahan. Di Cirebon misalnya, terdapat beberapa "home industri" yang menyulap kulit tersebut menjadi tas, dompet, sepatu, ikat pinggang, dan berbagai aksesoris fesyen kainnya. Harga tasnya tentu jauh lebih murah. Berkisar Rp150.000 hingga Rp300.000 tergantung ukuran. Jika sudah menyeberang ke dunia Barat, harganya bisa melambung hingga jutaan rupiah. 

Dilansir Amusing Planet, saat ini Jerman merupakan produsen kulit ular terbesar, disusul Perancis. Sementara Amerika Serikat menyumbang sekitar 50 persen dari pasar ekspor Italia, dan Jepang sebesar 35 persen. (ren)

© VIVA.co.id

SHARE halaman ke - 1

Berita Terkait
A A A
LIST TOPIK