Rabu, 22 Oktober 2014
14:58 WIB
Kuliner Nusantara Mulai Menembus Dunia
Di Singapura, makanan Indonesia masuk peringkat satu.
Rendang dinobatkan sebagai salah satu makanan terlezat di dunia.
Maya Sofia, Marlina Irdayanti | Jum'at, 16 Agustus 2013, 13:10 WIB

VIVAlife – Makanan sesungguhnya punya dampak yang tak sebatas pengisi perut. Dia bisa menembus dimensi hubungan, baik asmara sampai politik.  Misalnya, di novel John Halifax, Gentleman karya Dina Maria Craik, ada ungkapan:  "Jalan menuju hati seorang pria adalah melalui perutnya."  Itu seakan menegaskan efek dahsyat sepiring makanan lezat: meluluhkan hati pria.

Tentu kuliner tak sebatas menjadi penakluk hati kaum Adam belaka.  Di dunia politik ada istilah food diplomacy,  semacam cara mendekatkan hubungan dua, atau lebih negara melalui makanan khas masing-masing.  Ingat isi pidato Presiden Amerika Serikat, Barack Obama saat melawat ke Indonesia, beberapa waktu lalu?  Ia tak lupa menyinggung soal makanan Indonesia kesukaannya saat kecil.

"Thanks for bakso, nasi goreng, emping, kerupuk. Semuanya enak," ucapnya dalam Bahasa Indonesia, usai jamuan makan malam di Istana Negara.

Lewat diplomatik makanan itu, Obama pun berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia dan bahkan dunia. Promosi Obama soal bakso ini tak dinyana membuat sejumlah situs berita Amerika Serikat (AS) tertarik mengulas lebih jauh soal kuliner asal Indonesia itu.  Mulai dari variasi bakso hingga resep pembuatannya.

Pamor bakso pun melambung. Media global ternama seperti CNN bahkan memasukkan bakso ke dalam daftar 40 makanan terlezat di Indonesia.  Media asal Amerika Serikat (AS) itu, menyebut bakso sebagai makanan favorit para pelajar.

Tak hanya bakso, CNN juga pernah menobatkan kuliner asal Indonesia lainnya, rendang, dalam daftar makanan terlezat di dunia. Santapan berupa daging sapi yang diolah dengan santan hingga kering itu masuk dalam urutan ke-11 dari 50 daftar makanan terenak di dunia.

Urutan itu berdasar polling yang mereka lakukan di situs jejaring sosial. Rendang menjadi satu-satunya makanan asal Indonesia yang masuk dalam daftar. Mengalahkan kelezatan Kebab Turki, Lasagna Italia, Fajitas Meksiko, atau Pho Vietnam.

Tak hanya kelezatan rendang atau bakso saja yang mampu menggoyang lidah para pecinta kuliner. Baru-baru ini, World Street Food Congress di Singapura, menempatkan empat makanan khas Nusantara dalam daftar 20 kuliner kaki lima terbaik di dunia. Bahkan salah satunya berhasil menempati peringkat pertama.

Adalah Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli yang sukses menyabet urutan teratas sebagai kuliner kaki lima terbaik dunia. Disusul Sate Ayam Barokah Haji Basiri di peringkat enam,  Nasi Campur Ayam Kampung Khas Bali Made Weti di peringkat 11, dan Rumah Makan Nasi Kapau di peringkat 16.

Tersebar di penjuru dunia

Kesuksesan kuliner Nusantara meraih berbagai penghargaan prestisius ini  sebetulnya bukan hal mengejutkan. Sudah sejak lama, makanan khas Indonesia disukai oleh masyarakat dunia. Buktinya, cukup banyak jumlah restoran di luar negeri yang menyajikan menu khas Nusantara.

Di Belanda, terdapat hampir 1.000 restoran menyuguhkan kuliner Indonesia. Belum lagi di kawasan Asia dan Australia. Sementara di Amerika Serikat, tak kurang dari puluhan restoran menghidangkan kuliner khas Nusantara.  Salah satu restoran dengan menu Indonesia yang cukup terkenal di Negeri Paman Sam tersebut, adalah Yono's Restaurant.

Seperti dilansir laman Forbes, restoran yang berlokasi di Hampton Inn & Suites, 25 Chapel Street itu, sangat populer.  Restoran yang dimiliki sekaligus dikelola oleh Donna serta Chef Yono Purnomo ini berhasil menarik perhatian pengunjung lewat berbagai menunya yang lezat, termasuk hidangan khas Indonesia, seperti satai, nasi goreng, dan gado-gado.

Tak berubah

Chef Ragil Imam Wibowo atau akrab disapa Chef Ragil mengakui makanan Indonesia banyak disukai di luar negeri. Rendang misalnya, disukai masyarakat dunia karena rasanya yang mirip masakan kari dari India maupun Thailand.

"Jadi orang sudah terbiasa dengan rasa kari tersebut karena di bumbu rendang daging ada unsur bahan-bahan kari," ujarnya. 

Dia menjelaskan, orang lebih memahami rendang sebagai nama makanan. Padahal, rendang sebetulnya adalah teknik memasak.

"Rendang juga diimplementasikan kepada masakan yang bercita rasa manis, seperti rendang beras di Padang," ujarnya. 

Berbeda dari makanan Asia lainnya, masakan Indonesia bisa dikatakan konsisten dan tak mengalami perubahan. Itulah yang membuat masakan Indonesia dilirik lagi oleh dunia kuliner.

“(Masakan) Indonesia kan sejak ratusan tahun masih seperti ini,” ujar pria kelahiran 14 Juli 1972 ini.

Lebih lanjut, Chef Ragil mengingatkan masih ada tantangan bagi dunia kuliner Indonesia. Salah satunya, menjamin pasokan bahan-bahan makanan. Jangan sampai, kata dia, petani Indonesia kewalahan tak sanggup penuhi permintaan bahan khas Indonesia dari luar negeri yang kian meningkat.

"Saya berharap pemerintah lebih memperhatikan pertanian indonesia supaya lebih dapat berkembang dan dapat men-support kebutuhan bahan makanan dunia kuliner Indonesia baik didalam dan di luar negeri," katanya.

© VIVA.co.id

SHARE halaman ke - 1

Berita Terkait
LIST TOPIK